Haruskah Aku Menantang Bumi??
Mereka bilang, keajaiban hanya ada di negeri dongeng
Aku berharap, aku berada di negeri dongeng detik ini juga.
Aku berjalan dikerumunan ejekan angin shubuh yang sepoi di pinggir jalan ini
Dalam seganjil tenaga, aku bertekad menaklukan angin-angin itu
Namun, mereka menyelinap diam dalam rongga dada ku sebelum aku sempat mengacungkan jari tengah untuk mereka
Mereka terlalu licik untuk ku habiskan
Melumatkan ku dalam kedinginan yang menusuk bisu
Aku tetap berdiri, dan berniat melumpuhkan hujan pagi ini
Menyatukan napas dan nyawa dengan harapan
Namun, Gerombolan hujan itu melumpuhkan sisa semangat ku
Sekali lagi aku terbius ketidak berhasilan
Air mataku memuai deras dalam butiran gerimis
Mengalirkan perjuangan ke muara sia-sia
Aku mencoba berdiri lagi, setelah tersungkur pilu dalam dua kesempatan
Kali ini aku pantang gagal melawan matahari
Segenggam semangat baru, lantunan ayat dan buku di perpustakaan itu mengawali langkah ku siang ini
Aku berjuang lagi meski kepercayaan diri ini telah terkuras
Namun, untraviolet memangkas habis perjuanganku
Meleburkan lelah dalam keringat
Melelehkan mimpi-mimpi ku dengan teriknya
Aku lemah dan haus keberhasilan
Aku belum patah arah, perjuangan harus tetap diperjuangankan
Aku melawan malam yg kesepian kali ini
Aku telah kebal dalam kesialan bertubi
Dalam palung jiwa yg terdalam ku tanamkan kata ajaib 'I Can Do It'
Namun, sekali lagi aku salah dah kalah
Malam menaruh dendam dan berkonspirasi dengan hujan dan angin yang di dukung matahari untuk membunuhku
Mereka menusuk mimpi-mimpiku, merusak harapku, dan menghanyutkan semangatku
Kata ajaib itu hanya kutipan
Aku memohon cahaya bintang yg semakin menjauh
Lagi, aku harus menelan sakit hati atas usaha tak berbuah
Hanya air mata dan kebodohan tersenyum manis
Aku berharap aku adalah Yasmin, yg dgn mudah termahsyur di negeri Abu Nawas
Aku berdoa aku adalah Nobita, yg berkawan baik dg kantong ajaib Doraeman
Namun, aku hanyalah kelinci kecil di dunia yg berlari
Yang patah & berdarah dikhianati mimpi
Haruskah aku menantang bumi??
Aku berharap, aku berada di negeri dongeng detik ini juga.
Aku berjalan dikerumunan ejekan angin shubuh yang sepoi di pinggir jalan ini
Dalam seganjil tenaga, aku bertekad menaklukan angin-angin itu
Namun, mereka menyelinap diam dalam rongga dada ku sebelum aku sempat mengacungkan jari tengah untuk mereka
Mereka terlalu licik untuk ku habiskan
Melumatkan ku dalam kedinginan yang menusuk bisu
Aku tetap berdiri, dan berniat melumpuhkan hujan pagi ini
Menyatukan napas dan nyawa dengan harapan
Namun, Gerombolan hujan itu melumpuhkan sisa semangat ku
Sekali lagi aku terbius ketidak berhasilan
Air mataku memuai deras dalam butiran gerimis
Mengalirkan perjuangan ke muara sia-sia
Aku mencoba berdiri lagi, setelah tersungkur pilu dalam dua kesempatan
Kali ini aku pantang gagal melawan matahari
Segenggam semangat baru, lantunan ayat dan buku di perpustakaan itu mengawali langkah ku siang ini
Aku berjuang lagi meski kepercayaan diri ini telah terkuras
Namun, untraviolet memangkas habis perjuanganku
Meleburkan lelah dalam keringat
Melelehkan mimpi-mimpi ku dengan teriknya
Aku lemah dan haus keberhasilan
Aku belum patah arah, perjuangan harus tetap diperjuangankan
Aku melawan malam yg kesepian kali ini
Aku telah kebal dalam kesialan bertubi
Dalam palung jiwa yg terdalam ku tanamkan kata ajaib 'I Can Do It'
Namun, sekali lagi aku salah dah kalah
Malam menaruh dendam dan berkonspirasi dengan hujan dan angin yang di dukung matahari untuk membunuhku
Mereka menusuk mimpi-mimpiku, merusak harapku, dan menghanyutkan semangatku
Kata ajaib itu hanya kutipan
Aku memohon cahaya bintang yg semakin menjauh
Lagi, aku harus menelan sakit hati atas usaha tak berbuah
Hanya air mata dan kebodohan tersenyum manis
Aku berharap aku adalah Yasmin, yg dgn mudah termahsyur di negeri Abu Nawas
Aku berdoa aku adalah Nobita, yg berkawan baik dg kantong ajaib Doraeman
Namun, aku hanyalah kelinci kecil di dunia yg berlari
Yang patah & berdarah dikhianati mimpi
Haruskah aku menantang bumi??


Comments
Post a Comment