Dramatis!!!
Hari ini bukan hari bukan Selasa, juga bukan Rabu.
Hari ini juga bukan hari yang cetarrrr!
Yang jelas hari ini cukup dramatis.
Pagi ini ada kelas Linguistic yang diramalkan akan sangat membosankan. aku pun sangat tidak bergairah untuk bangun dari mimpi apalagi menuju kamar mandi. Tapi tiba-tiba mataku tercengang karena sang Ayah tercinta dengan murah hati mengeluarkan dua lembar mukjizat berwarna biru untuk uang saku ku hari ini.
Demi dewa angin-angin, ini adalah uang saku terbanyak dan tersakti sepanjang delapan belas tahun hidupku.
Aku pun melesat dengan sigap dengan kecepatan maksimum dan walla... dalam waktu kurang dari dua puluh menit aku telah menjadi princess paling cetar dan siap untuk kelas pagi ini. Lalu aku duduk manis menunggu sang Ayah dan sekali lagi walla..dua lembar mukjizat berwarna biru itupun telah resmi menjadi separuh jiwaku.. ''itu ongkos untuk dua minggu'' sambung sang ayah.. ''WHAT??!!''. Rasanya seperti jatuh dari komedi putar karena seratus ribu untuk dua minggu adalah ide yang sangat buruk. Pelajaran kali ini adalah jangan terlalu percaya diri dan Ayah selalu lebih pintar dari kita.
Dan jam dinding pun tertawa tergulung-guling tapi hari ini harus tetap berjalan. Dengan wajah yang tetap cantik walaupun sedikit kesal aku melesat dengan skutermatic paling matic menuju kampus. Aku pun menikmati kemacetan sepanjang satu kilo meter dengan penuh suka cita.
Satu kilometer berlalu dan seperti mendapat sebuah zonk aku baru menyadari bahwa...........................................................................................................
AKU LUPA BAWA TAS KE KAMPUS!!!!!!!! BODOH
Hari ini juga bukan hari yang cetarrrr!
Yang jelas hari ini cukup dramatis.
Pagi ini ada kelas Linguistic yang diramalkan akan sangat membosankan. aku pun sangat tidak bergairah untuk bangun dari mimpi apalagi menuju kamar mandi. Tapi tiba-tiba mataku tercengang karena sang Ayah tercinta dengan murah hati mengeluarkan dua lembar mukjizat berwarna biru untuk uang saku ku hari ini.
Demi dewa angin-angin, ini adalah uang saku terbanyak dan tersakti sepanjang delapan belas tahun hidupku.
Aku pun melesat dengan sigap dengan kecepatan maksimum dan walla... dalam waktu kurang dari dua puluh menit aku telah menjadi princess paling cetar dan siap untuk kelas pagi ini. Lalu aku duduk manis menunggu sang Ayah dan sekali lagi walla..dua lembar mukjizat berwarna biru itupun telah resmi menjadi separuh jiwaku.. ''itu ongkos untuk dua minggu'' sambung sang ayah.. ''WHAT??!!''. Rasanya seperti jatuh dari komedi putar karena seratus ribu untuk dua minggu adalah ide yang sangat buruk. Pelajaran kali ini adalah jangan terlalu percaya diri dan Ayah selalu lebih pintar dari kita.
Dan jam dinding pun tertawa tergulung-guling tapi hari ini harus tetap berjalan. Dengan wajah yang tetap cantik walaupun sedikit kesal aku melesat dengan skutermatic paling matic menuju kampus. Aku pun menikmati kemacetan sepanjang satu kilo meter dengan penuh suka cita.
Satu kilometer berlalu dan seperti mendapat sebuah zonk aku baru menyadari bahwa...........................................................................................................
AKU LUPA BAWA TAS KE KAMPUS!!!!!!!! BODOH


Comments
Post a Comment