Senyuman Sang Peri Gigi.

Senyuman Sang Peri Gigi.

by Devani Adinda on Saturday, December 15, 2012 at 9:56am ·
Your changes have been saved.
Pukul 7:35 pagi diantara angin yang sopan membelai rambutku dan matahari yang tersipu malu menggugah kebahagiaanku. Ini adalah hari keseribu aku berada dijalan busuk ini untuk melihatnya melewatiku, seperti keindahan di seluruh muka bumi ini dilimpahkan padaku saat aku melihatnya berjalan, mencium aroma parfum bugenvilnya, dan mengamati setiap irama tubuhnya dari kejauhan.

Aku kecanduan senyumannya, senyuman sang peri gigi, senyuman yang pulen dari bibir merahnya dan matanya berbinar-binar, berkilauan seperti kaca-kaca yang terpapar sinar matahari saat dia tertawa.

Aku merasa seperti terbang dengan sayap yang cerah saat dia di sisiku, seperti melayang-layang cantik bersama burung kurcaci menuju langit Jepang. Lalu bersenandung di antara bunga matahari yang baru mekar di musim panas.Tapi, gerombolan belalang lapar itu melahab habis sayapku,aku terjun bebas tak terkendali dan jatuh tanpa hormat. Terpuruk di jurang angker Nagasaki,terbuang,terabaikan dan mati karena senyuman sang peri gigi itu,bukan milikku.
Like · · · Share · Delete

Comments