“Falling in Love at The Bay Bali”
Blog Post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered! (dengan tulisan The Bay Bali yang di link ke website: www.thebaybali.com).
“Falling
in Love”
Bahagia
itu saat kamu sedang menjilati satu stik es krim dengan lelehan cokelat belgia
dan taburan kacang almond di depan umum. Kami tetap menikmati es krim itu saat
udara luar sedang sangat panas lebih dari 30° dan semua orang melihatmu sambil
menjilati lidah mereka sendiri. Semua orang pasti terpesona, dan kamu menjadi
orang paling keren dan bahagia di seluruh dunia. Belum lagi jika tiba-tiba ada pemuda
tampan yang sebenarnya sudah menjadi sahabatmu sejak lama, dan dia melihat
kecantikanmu saat kamu sedang memakan se krim tadi. Lalu, pemuda tampan itu
menghampirimu dan tiba-tiba pula cinta itu datang melalui satu stik es krim. Itu
adalah kebahagian yang paling keren.
Lalu, pada hari berikutnya pemuda
tampan itu mengajakmu ke sebuah tempat yang berisi 100% kebahagian yang paling
membahagiakan seperti apa yang kamu inginkan. Dia mengajakmu ke sebuah tempat
bernama “The Bay Bali” Dan tidak ada kata yang bisa menolak itu. “The Bay Bali”
adalah tempat romantis yang sebenarnya sudah kamu impikan sejak kamu masih
berpacaran dengan “dia” tapi “dia” bukanlah pria baik, dan “dia” sama sekali
tidak peduli jika “The Bay Bali” adalah semua hal yang kamu inginkan. Kebahagiaan
juga adalah saat kamu berhasil melupakan “dia” yang telah menyakiti hatimu.
Kebahagiaan yang lebih hebat adalah saat kamu berhasil menemukan cinta yang
lebih hebat dari “dia.”
Kamu masih berpikir tentang hal apa
saja yang harus kamu lakukan di “The Bay Bali” nanti, tapi si pemuda tampan ini
sudah sangat mengerti jika yang kamu butuhkan adalah liburan lima hari empat
malam. Kebahagiaan selanjutnya adalah pemuda tampan ini memenangkan sebuah kuis
yang berhadiah dua tiket pesawat ke Bali dengan kupon makan siang paling nikmat
di “The Bay Bali” Maka cerita selanjutnya adalah kamu sudah membulatkan tanggal
untuk menikmati liburan berkualitas dengan si pemuda tampan yang akhirnya kamu
perkenalkan pada Ibumu, dan dia bernama “Budi.”
Kamu sudah bersiap-siap dengan satu
koper kebahagiaan menuju Bandara, tapi ada sedikit masalah krusial yang
tiba-tiba menghantam perutmu. Kamu sudah tidak tahan lagi dan semua yang kamu
inginkan adalah “kamar mandi.” Kamu tidak memperdulikan apapun kecuali kamar
mandi, kamu bahkan tidak peduli jika pemuda tampan itu bernama “Budi.” Tapi,
keadaan ini semakin buruk karena kemacetan panjang terjadi di sepanjang jalan
yang disebabkan oleh seorang pengendara motor yang menembus jalur Trans Jakarta,
dan pengendara itu membuatmu terjebak dalam mobil bersama Budi. Kamu semakin
panik dan keringat dingin mengucur di wajahmu. Kamu mencoba untuk menahannya
sambil menggengam batu, sendok, atau apapun tapi itu tudak berguna. Maka,
kebahagiaan yang paling keren selanjutnya adalah saat kamu berhasil menemukan
kamar mandi umum terdekat, dan perasaanya seperti surga tidak harus seindah
taman firdaus karena kamar mandi kecil saja sudah mampu menolongmu dan
membuatmu tersenyum lega.
Kamu sudah berada di bandara, dan
secepat kedipan mata kamu sudah terbang bersama Budi. Kamu dilayani oleh
pramugari yang tidak lebih cantik darimu, dan penumpang lainnya menatapmu
dengan penuh kebahagiaan. Budi, mungkin dia adalah kebahagiaan yang kamu inginkan,
tapi jangan terlalu cepat bahagia karena ada banyak hal lain yang harus kamu
lihat hingga akhirnya kamu tiba di Bali.
Kamu seperti ingin berteriak di
antara pantai dan pasir putih. Kebahagiaan itu semakin terlihat saat Budi
memberikanmu satu gelas lemon jus di hari yang tepat untuk jatuh cinta. Kamu
menikmati setiap angin yang menyapa rambut Budi, membiarkan ombak membawa masa
lalumu, dan tersenyum seperti semua kebahagiaan ada bersamamu dan Budi.
Kamu ingin sedikit beristirahat,
tapi Budi tahu jika ini sudah jam 12 siang dan dia merangkulmu ke bagian
terbaik dalam cerita ini. “The Bay Bali” kamu membaca arah jalan itu, dan kamu
melihat kebahagiaan sedang menyelimuti tempat ini. “The Bay Bali” berada di
hati pulau Bali, seperti Budi yang mulai berada di hatimu sekarang. Semua warna
biru dan hijau bersatu dalam tradisi Bali yang ramah, digabungkan dengan
atmospir yang memesona, dan kamu seperti ingin tinggal di sini selamanya. Kamu
berjalan ke restaurant bernama “Hong Xing The Bay” dan memesan makanan yang
sama sekali asing bagimu, tapi itu semua terbayar karena setiap menu mampu
melelehkan lidahmu.
“Thank you Budi! I do love this
place so much!”
Dan Budi tersenyum.
Tiba saat malam hari. Bayangkan
suasana romantis di pinggir pantai bersama seseorang yang mulai kamu cintai
adalah kebahagiaan baru yang sangat nikmat. Lampu-lampu kecil dan
bintang-bintang semakin membuat suasana “The Bay Bali” menjadi sangat indah. Budi
mengajakmu ke “Bebek Bengil” (Balinese Restaurant) dan demi apapun kamu
menyukai itu. Itu adalah pertama kalinya kamu bisa menikmati makan malam
romantis di tempat yang eksotis, dan kamu dengan segara memotret semua
kebahagiaan ini dan mempromosikan “The Bay Bali” sebagai tempat yang wajib
dikunjungi untuk keluarga dan teman-temanmu.
“The Bay Bali” memberikanmu
pengalaman kuliner tak terlupakan, dan di dalam hatimu kamu berharap agar kamu
dan Budi bisa berkunjung lagi ke tempat eksotis ini dalam momen yang lebih
spesial. Kamu mulai membayangkan jika saja kamu bisa merayakan pernikahanmu di
tempat seindah ini, namun itu hanya sebuah b ayangan karena survey membuktikan
bahwa Budi hanyalah sahabatmu. Aku tahu jika ini bukanlah akhir yang ingin kamu
lihat, tapi kamu tidak tahu bahwa “The Bay Bali” juga tempat yang sempurna
untuk menyatakan cinta. Budi berlutut di bawah bintang-bintang, dan pemusik
yang baik hati memainkan lagu cinta karena Budi mengatakan:
“Will you be mine, be my everything
more than a best friend?”
“I’m
falling in love!”
The End

.jpg)


Comments
Post a Comment