If I could share you about some hard lessons
awalnya, gw seneng banget karena hobi gw bisa jadi pekerjaan utama gw. karir yang selama ini gw impikan, tercapai. bukan hanya menghasilkan uang yang lebih dari umr, tapi juga sebuah pembuktian sama orang-orang yang ragu apa gw bisa menghasilkan uang dari menulis, dari seni, dari ide-ide gila gw. orang-orang terdekat gw tau gimana gilanya gw memimpikan ini, mata gw akan berkaca-kaca saat ada yang bertanya gw mau jadi apa saat lulus kuliah nanti. gw bilang, "gw mau jadi copywriter atau content writer, atau kerja di agency atau website atau yang paling besar di media, bikin skrip atau sekadar tagline..." sejak hari itu gw berusaha sangat keras, berdoa, semakin gila, sampai gw benar-benar mendapatkan salah satu di antaranya. gw sering banget nangis untuk ini.
lalu, gw berada di industri yang gw impikan. gw mengerjakannya dengan sangat senang hati. saat lu ngerjain apa yang lu cintai maka lu akan dapat hasil yang luar biasa. bertahun-tahun gw percaya itu, dan memang benar terbukti. gw ngasih ide-ide kreatif di kantor startup itu dan bahkan ide-ide yang cenderung personal, dan mereka setuju. sampai akhirnya gw punya website dengan nama gw sendiri di bawah naungan kantor itu. apa yang gw rasakan saat itu? gw super bahagia. mungkin satu kebahagiaan yang ga pernah gw kira. sebuah achievement, kebanggaan, dan kadang sebuah kesombongan. betapa bahagianya gw saat itu, kaya anak kecil yang dapet mainan baru dan sangat gila untuk menjaga itu. prioritas gw adalah kerja. banget. karena gw cinta itu dan karena I got bills to pay. bisa dibilang gw ga punya social life, ga punya pacar, hampir yg ada di otak gw adalah gimana caranya naikin traffic website ini.
singkat cerita, bisnis berkembang ga cuma di website, but kita lari ke YouTube. what did I feel? gw tambah seneng. karena gw ngerasa gw lebih punya banyak platform untuk berkreasi. jobdesk nambah? tentu. jam kerja nambah? gw hampir ga pernah ngerasain hangout di hari sabtu. but I was still happy walaupun beberapa tim lainnya udah mulai ngeluh. bisa dibilang gw sangat excited and yes gw belajar banyak hal baru mulai dari photo and video editing, basic Photoshop filmora, on camera, gimana ngeset kamera, pake tripot, bikin bla bla bla ngerjain hampir semua proses sampai video itu publish, ngerjain konten sosmed bla bla bla dua ribu kali bla bla bla.... pada dasarnya gw seneng banget bisa belajar ilmu lain yang mungkin bisa dukung passion gw, bikin gw tambah bold and pro.
things were still okay. sampai akhirnya gw punya tim yang solid but bahkan untuk kehidupan personal gw. was it good? it was really good. ketika lu punya temen kerja yang juga temenan sama lu di hari hari lu yang burem itu. so, I enjoyed every beat of it. rasanya ada kebanggaan dan kepuasaan saat konten yang lu bikin ada di internet itu... ide lu, konten lu, wajah lu, kreativitas lu, perih pedih lu, senyum lu, semua hal yang ada di kepala lu ada di sana...
then one great pain hit my ass up... gw bukan lagi anak fresh graduate yang idealis, nyantai, simple, and easy. gw ngeliat lebih banyak warna, lebih banyak wajah, dan lebih banyak kebangsatan legit. ternyata orang-orang lain ga pernah mencintai ini bahkan sedikit seperti gw. what was matter? money. correct. what else? money, bitch! kepercayaan gw tentang "my passion is my career" pelan-pelan jadi hal yang sungguh sangat gw benci. karena ga ada yang pernah kasih tau gw kalo gimanapun platform nya business is all about money. they won't care if you love it, if you do that with your heart, if that's your passion, they don't care at all. they take you for granted. a son of bitch. they wanted to earn as much as money from your ideas. even with a little white lies, a lil shiny trick, a lil perfect crime.
then what? akan selalu ada orang yang menyia-nyiakan apa yang dia miliki saat lu harus setengah mati usaha nangis nangis untuk berada di tempat itu. akan selalu ada orang yang take granted, yang ambil untung dari kerja keras lu. akan selalu ada orang yang setuju atas ide ide lu dan dia bisa nendang lu kapan aja. akan selalu ada orang yang metik buah berupa google ads dari pohon yang lu tanam. akan selalu ada orang yang ga apresiasi apa yang udah lu kerjain. akan selalu ada orang yang berbicara sangat manis tapi mereka bisa bunuh lu dengan hal-hal yang lu cintai. dan ga ada yang pernah kasih tau gw kalo gw terlalu polos, terlalu mencintai, terlalu tolol untuk tetap ada di sana...
akhirnya, gw resign bulan agustus setelah tiga tahun. setelah satu, dua, tiga, lima juta empat ratus miliar shitty things yang gw alami dari konten konten yang harusnya sangat gw cintai. kenapa gw resign? major things adalah gw kehilangan diri gw. gw kehilangan hal hal yang bikin gw semangat. gw benci sama diri sendiri karena gw udah ga excited lagi update artikel yang kemudian hanya mementingkan kuantitas bukan kualitas. gw punya banyak freelance yang bantu gw dan sekarang gw cuma minta maaf sama mereka karena maybe I did them wrong.
it wasn't leadership there, it was slavery I guess. just because he knew how much you love it, how much you capable to do that, he squeezed your things to earn money of his own. and I was just sitting there thinking I got platforms for creativity, but it was just his platform to earn money and power he didn't share it fair enough.
and it never good appreciation I got, never a good workplace, never a healthy environment. ada tisu toilet di meja kerja saat gw harus update at least 500 artikel sebulan. ada tikus di ruang sebelah saat gw diteken untuk produksi lebih banyak video. ada yang ambil lampu ruangan saat gw dituntut untuk syuting lebih lama. ada banyak hal yang diambil dari gw dan ga pernah bahkan sedikit apresiasi selain 0.000005 person bonus dari banyak sekali jumlah dollar itu.
yaudah sih, elu kan udah resign dan udah dapat pekerjaan baru yang semoga lebih manusiawi...
ya, sebelum resign gw patah hati. setelah resign gw tambah patah hati. kenapa? lu tebak kenapa. lu baru bisa ngelihat sesuatu setelah lu keluar dari sana. setelah lu punya indikator lain untuk jadi perbandingan. setelah lu keluar dari goa dan sadar betapa indahnya dunia luar yang selama ini lu lewatkan. bahkan, HRD dan user di kantor baru gw kaget dengan jobdesk gw di kantor startup itu. lalu gw bersyukur gw masih hidup, tapi menyesal karena gw pernah hidup dengan produksi artikel dan konten asal-asalan, bikin gw jadi kaya mesin, jadi bangsad whatever.
patah hati part legit adalah sebuah pertanyaan besar, "what about all of my ideas, my work, my contents, my work on that startup company, that he still keep that online to keep earning money even when I am gone, that lovedevani.com web?" Ladies and gentlemen, I got nothing as people keep clicking the ads and he got passive income. kecuali untuk sebuah portfolio gw sendiri. terima kasih.
ya patah hati karena konten-konten tersebut terlalu personal buat gw, yang sedih aja karena gw ga bisa memilikinya lagi.... another one-sided love story, ok fine.
huh, tapi ya gw ga bisa menyalahkan semua orang atas perasaan dan hari-hari buruk yang gw alami. ambisi gw emang kadang menguasai semuanya, dimana gw pikir semua yang gw kerjain akan jadi hal besar, orang-orang akan suka sama gw, semua hal akan sesuai sama imajinasi gw yang lebih indah dari disneyland, dan gw sepolos itu di dunia kerja yang gw selalu pikir orang-orang itu semuanya baik. i dunno, maybe thats my nature but I am trying to learn better and fixing what I did wrong.
okay, sesuatu ga terjadi sia-sia. gw belajar banyaaaaaak banget. pelajaran hidup. pelajaran tentang dunia kerja. pelajaran tentang jenis-jenis manusia, dan tingkat kebangsatan seseorang dari level perak sampe gold. yes.
gimana pun, gw sangat berterima kasih dengan semua orang-orang yang gw kenal di sana, hal-hal yang gw alami, semua pelajaran, baik dan buruknya, pelajaran tentang hidup yang sangat mahal, pengalaman gw, my journey, every beat of it. I thank all. all of you.
mungkin kalo gw bisa sum up, these are some hard lessons I want to share:
1. ada baiknya ga jadiin passion lu sebagai karir professional lu, jadi lu punya setidaknya dua skill keren di hidup lu
2. jika lu mau tetep buat hobi lu sebagai tempat cari uang, please be your own boss! unless that, somebody gonna take that and put you down in the end. (mungkin, sama kasusnya dengan kenapa Taylor Swift ga bisa memiliki master dari lagu-lagu ciptaannya sendiri)
3. Kalo jadi bos nanti, jangan bangsat.
4. Always appreciate somebody's work. ga ada pekerjaan yang terlalu mudah jadi jangan menyepelekan sekecil apapun pekerjaan orang
5. Batesin mana yang personal, mana yang professional
6. Fight off, speak up ketila ada seseorang yang bikin lu jadi ngerasa kecil saat lu udah melakukan banyak hal besar
7. Harus professional. Harus. harus berkualitas.
8. Jangan terlalu personal, jangan terlalu mencintai pekerjaan lu karena in the end of the day it's not yours and you get kick all the time
9. Bikin platform sendiri kalo bisa, again be on your boss
10. Learn more and more
11. Be good to people
12. Say thank you, I am sorry, be humble all the time. kadang kita ga sadar kalo kita bikin hari hari seseorang jadi sangat buruk
13. Eat more.
14. Bedain nulis buat kerjaan, dan tulisan buat passion lu (if you got a really big insane dream to be a writer, just like what I've been)
lalu, sekarang devani adinda apa kabar? are okay now? I am healing, I feel so much better, thank you. I already got a new job before I decided to leave that office, and I hope this one is better. still working for a website, but a bigger one, and greater. life lessons: gw ambil website dengan nich yang ga gw kuasai, bahkan ga gw sukai, so gw akan belajar teknik kepenulisan lainnya. and I am planning for my platforms real soon. dan buku puisi gw masih bisa dibaca kalo mau di sini https://www.bukuindie.com/p/unfinished-boyfriend/
my name's devan and I'm writing.
have a great day! I love you people. but I love that guy more. whatever 😊😘
lalu, gw berada di industri yang gw impikan. gw mengerjakannya dengan sangat senang hati. saat lu ngerjain apa yang lu cintai maka lu akan dapat hasil yang luar biasa. bertahun-tahun gw percaya itu, dan memang benar terbukti. gw ngasih ide-ide kreatif di kantor startup itu dan bahkan ide-ide yang cenderung personal, dan mereka setuju. sampai akhirnya gw punya website dengan nama gw sendiri di bawah naungan kantor itu. apa yang gw rasakan saat itu? gw super bahagia. mungkin satu kebahagiaan yang ga pernah gw kira. sebuah achievement, kebanggaan, dan kadang sebuah kesombongan. betapa bahagianya gw saat itu, kaya anak kecil yang dapet mainan baru dan sangat gila untuk menjaga itu. prioritas gw adalah kerja. banget. karena gw cinta itu dan karena I got bills to pay. bisa dibilang gw ga punya social life, ga punya pacar, hampir yg ada di otak gw adalah gimana caranya naikin traffic website ini.
singkat cerita, bisnis berkembang ga cuma di website, but kita lari ke YouTube. what did I feel? gw tambah seneng. karena gw ngerasa gw lebih punya banyak platform untuk berkreasi. jobdesk nambah? tentu. jam kerja nambah? gw hampir ga pernah ngerasain hangout di hari sabtu. but I was still happy walaupun beberapa tim lainnya udah mulai ngeluh. bisa dibilang gw sangat excited and yes gw belajar banyak hal baru mulai dari photo and video editing, basic Photoshop filmora, on camera, gimana ngeset kamera, pake tripot, bikin bla bla bla ngerjain hampir semua proses sampai video itu publish, ngerjain konten sosmed bla bla bla dua ribu kali bla bla bla.... pada dasarnya gw seneng banget bisa belajar ilmu lain yang mungkin bisa dukung passion gw, bikin gw tambah bold and pro.
things were still okay. sampai akhirnya gw punya tim yang solid but bahkan untuk kehidupan personal gw. was it good? it was really good. ketika lu punya temen kerja yang juga temenan sama lu di hari hari lu yang burem itu. so, I enjoyed every beat of it. rasanya ada kebanggaan dan kepuasaan saat konten yang lu bikin ada di internet itu... ide lu, konten lu, wajah lu, kreativitas lu, perih pedih lu, senyum lu, semua hal yang ada di kepala lu ada di sana...
then one great pain hit my ass up... gw bukan lagi anak fresh graduate yang idealis, nyantai, simple, and easy. gw ngeliat lebih banyak warna, lebih banyak wajah, dan lebih banyak kebangsatan legit. ternyata orang-orang lain ga pernah mencintai ini bahkan sedikit seperti gw. what was matter? money. correct. what else? money, bitch! kepercayaan gw tentang "my passion is my career" pelan-pelan jadi hal yang sungguh sangat gw benci. karena ga ada yang pernah kasih tau gw kalo gimanapun platform nya business is all about money. they won't care if you love it, if you do that with your heart, if that's your passion, they don't care at all. they take you for granted. a son of bitch. they wanted to earn as much as money from your ideas. even with a little white lies, a lil shiny trick, a lil perfect crime.
then what? akan selalu ada orang yang menyia-nyiakan apa yang dia miliki saat lu harus setengah mati usaha nangis nangis untuk berada di tempat itu. akan selalu ada orang yang take granted, yang ambil untung dari kerja keras lu. akan selalu ada orang yang setuju atas ide ide lu dan dia bisa nendang lu kapan aja. akan selalu ada orang yang metik buah berupa google ads dari pohon yang lu tanam. akan selalu ada orang yang ga apresiasi apa yang udah lu kerjain. akan selalu ada orang yang berbicara sangat manis tapi mereka bisa bunuh lu dengan hal-hal yang lu cintai. dan ga ada yang pernah kasih tau gw kalo gw terlalu polos, terlalu mencintai, terlalu tolol untuk tetap ada di sana...
akhirnya, gw resign bulan agustus setelah tiga tahun. setelah satu, dua, tiga, lima juta empat ratus miliar shitty things yang gw alami dari konten konten yang harusnya sangat gw cintai. kenapa gw resign? major things adalah gw kehilangan diri gw. gw kehilangan hal hal yang bikin gw semangat. gw benci sama diri sendiri karena gw udah ga excited lagi update artikel yang kemudian hanya mementingkan kuantitas bukan kualitas. gw punya banyak freelance yang bantu gw dan sekarang gw cuma minta maaf sama mereka karena maybe I did them wrong.
it wasn't leadership there, it was slavery I guess. just because he knew how much you love it, how much you capable to do that, he squeezed your things to earn money of his own. and I was just sitting there thinking I got platforms for creativity, but it was just his platform to earn money and power he didn't share it fair enough.
and it never good appreciation I got, never a good workplace, never a healthy environment. ada tisu toilet di meja kerja saat gw harus update at least 500 artikel sebulan. ada tikus di ruang sebelah saat gw diteken untuk produksi lebih banyak video. ada yang ambil lampu ruangan saat gw dituntut untuk syuting lebih lama. ada banyak hal yang diambil dari gw dan ga pernah bahkan sedikit apresiasi selain 0.000005 person bonus dari banyak sekali jumlah dollar itu.
yaudah sih, elu kan udah resign dan udah dapat pekerjaan baru yang semoga lebih manusiawi...
ya, sebelum resign gw patah hati. setelah resign gw tambah patah hati. kenapa? lu tebak kenapa. lu baru bisa ngelihat sesuatu setelah lu keluar dari sana. setelah lu punya indikator lain untuk jadi perbandingan. setelah lu keluar dari goa dan sadar betapa indahnya dunia luar yang selama ini lu lewatkan. bahkan, HRD dan user di kantor baru gw kaget dengan jobdesk gw di kantor startup itu. lalu gw bersyukur gw masih hidup, tapi menyesal karena gw pernah hidup dengan produksi artikel dan konten asal-asalan, bikin gw jadi kaya mesin, jadi bangsad whatever.
patah hati part legit adalah sebuah pertanyaan besar, "what about all of my ideas, my work, my contents, my work on that startup company, that he still keep that online to keep earning money even when I am gone, that lovedevani.com web?" Ladies and gentlemen, I got nothing as people keep clicking the ads and he got passive income. kecuali untuk sebuah portfolio gw sendiri. terima kasih.
ya patah hati karena konten-konten tersebut terlalu personal buat gw, yang sedih aja karena gw ga bisa memilikinya lagi.... another one-sided love story, ok fine.
huh, tapi ya gw ga bisa menyalahkan semua orang atas perasaan dan hari-hari buruk yang gw alami. ambisi gw emang kadang menguasai semuanya, dimana gw pikir semua yang gw kerjain akan jadi hal besar, orang-orang akan suka sama gw, semua hal akan sesuai sama imajinasi gw yang lebih indah dari disneyland, dan gw sepolos itu di dunia kerja yang gw selalu pikir orang-orang itu semuanya baik. i dunno, maybe thats my nature but I am trying to learn better and fixing what I did wrong.
okay, sesuatu ga terjadi sia-sia. gw belajar banyaaaaaak banget. pelajaran hidup. pelajaran tentang dunia kerja. pelajaran tentang jenis-jenis manusia, dan tingkat kebangsatan seseorang dari level perak sampe gold. yes.
gimana pun, gw sangat berterima kasih dengan semua orang-orang yang gw kenal di sana, hal-hal yang gw alami, semua pelajaran, baik dan buruknya, pelajaran tentang hidup yang sangat mahal, pengalaman gw, my journey, every beat of it. I thank all. all of you.
mungkin kalo gw bisa sum up, these are some hard lessons I want to share:
1. ada baiknya ga jadiin passion lu sebagai karir professional lu, jadi lu punya setidaknya dua skill keren di hidup lu
2. jika lu mau tetep buat hobi lu sebagai tempat cari uang, please be your own boss! unless that, somebody gonna take that and put you down in the end. (mungkin, sama kasusnya dengan kenapa Taylor Swift ga bisa memiliki master dari lagu-lagu ciptaannya sendiri)
3. Kalo jadi bos nanti, jangan bangsat.
4. Always appreciate somebody's work. ga ada pekerjaan yang terlalu mudah jadi jangan menyepelekan sekecil apapun pekerjaan orang
5. Batesin mana yang personal, mana yang professional
6. Fight off, speak up ketila ada seseorang yang bikin lu jadi ngerasa kecil saat lu udah melakukan banyak hal besar
7. Harus professional. Harus. harus berkualitas.
8. Jangan terlalu personal, jangan terlalu mencintai pekerjaan lu karena in the end of the day it's not yours and you get kick all the time
9. Bikin platform sendiri kalo bisa, again be on your boss
10. Learn more and more
11. Be good to people
12. Say thank you, I am sorry, be humble all the time. kadang kita ga sadar kalo kita bikin hari hari seseorang jadi sangat buruk
13. Eat more.
14. Bedain nulis buat kerjaan, dan tulisan buat passion lu (if you got a really big insane dream to be a writer, just like what I've been)
lalu, sekarang devani adinda apa kabar? are okay now? I am healing, I feel so much better, thank you. I already got a new job before I decided to leave that office, and I hope this one is better. still working for a website, but a bigger one, and greater. life lessons: gw ambil website dengan nich yang ga gw kuasai, bahkan ga gw sukai, so gw akan belajar teknik kepenulisan lainnya. and I am planning for my platforms real soon. dan buku puisi gw masih bisa dibaca kalo mau di sini https://www.bukuindie.com/p/unfinished-boyfriend/
my name's devan and I'm writing.
have a great day! I love you people. but I love that guy more. whatever 😊😘
Atau belanja di Shopee Unfinished Boyfriend by Terdevan
Or touch me on @terdevan13
I'll be posting some spoken poetry here Youtube terdevan
some private shits I wrote here



Comments
Post a Comment