Reza Aditya: When I Told You I'm Gonna Love You Till The Day We Die, You Know I Did
If I was dying on my knees
You would be the one to rescue me
And if you were drowned at sea
I would give you my lungs so you could breathe
I've got you brother
I've got you brother
And if we hit on troubled water
I'll be the one to keep you warm and safe
And we'll be carrying each other
Until we say goodbye on our dying day
- Brother, Kodaline
Aku berjanji tidak akan menangis menulis ini. Jadi, kamu harus berjanji tidak akan menangis membaca ini. Aku memanggilnya Bang Re. Bang Re memanggilku Deph, T-Rex, kadang Piglet, kadang The Weirdo, apa pun itu.
Kami pertama kali saling kenal di tahun 2012, sebagai MABA, di lantai 4 sebuah kampus yang jauh dari popularitas. Aku adalah "Geek" yang suka duduk di pojokan kelas dengan selembar kertas dan satu pena hasil pinjaman. Sedangkan Bang Re terlihat seperti sebuah spotlight: ganteng, cool, karismatik, senyumnya manis bukan main, dan yang paling menyita pikiranku adalah dia artistik. Melihatnya saja, aku bisa tahu bahwa dia menyimpan banyak ide gila, pintar, kreatif, luar biasa di kepalanya. Karena itu aku berjanji dalam hatiku jika suatu hari nanti aku harus mengenalnya lebih baik. Harus. Tapi, kita tidak pernah benar-benar bicara. Terlebih lagi, saat Bang Re jalan bareng Fadley, jantungku terbelah-belah dan lututku mencair.
Hingga kita bertemu lagi di Desember 2015, saat aku sudah hampir lulus kuliah. Ah, kami bertemu pada satu unggahan foto kebakaran kampus yang Bang Re Unggah dengan puisi-puisi kelam. Tentu saja, aku yang di kampus 'ceritanya' di kenal sebagai anak puitis, langsung mengambil kesampatan itu.
Sejak hari itu, kami mengobrol setiap hari. Kami bercanda, mengkritik, mengeluh, tertawa, menangis, menulis kata-kata dan rasa-rasa. Diam-diam pun kami menjadi sebuah konspirasi indah bersama Icha (bolehlah dibilang sahabat)
Indah. Bahagia. Walau Ironi.
Aku suka Bang Re. Bang Re hampir suka aku. Lalu Icha datang mengacaukan semuanya. Icha suka Bang Re. Bang Re juga suka Icha. Karena Icha dan aku bersahabat bagai koin, akhirnya, Bang Re menjadi pacar kita berdua (Whatever the story goes on...) Atau, tidak keduanya dari kita dipilih atau memilih. Karena orang-orang seperti Bang Re.........
fuck I just couldn't fit the words to explain how beautiful it was, the things that we had.
Bersama Bang Re, aku merasa seperti memiliki seorang sahabat, teman menulis, kakak laki-laki, seperti memiliki penggemar, pendengar, sandaran hidup, pembaca favorit, dia juga adalah penulis kesayanganku, gitaris terhebat, pemikir, penyayang, juga orang dengan selera humor rendah, baik sekali, baik dan ganteng....
Again, I try so hard to type this words...
Bang Re menolongku dari jahatnya diriku sendiri. Ia membuatku melihat semua hal-hal baik dan potensial yang aku miliki dan apa yang bisa aku lakukan. Bang Re menghadiahiku Novel Norwegian Wood jadi aku bisa lulus skripsi. Juga, sebuah voice note hadiah ulang tahun yang akan selalu aku dengar tiap aku merasa kesepian. Bang Re.....
Bang Re, sangat baik. Aku tidak pernah menyangka ada laki-laki sebaik itu. Terlebih lagi, laki-laki yang baik padaku dengan semua gelap dan menyedihkannya hidup ini. Tampan dan baik. Sekali lagi, terlalu sempurna...
Jika aku harus menulis semuanya, aku mungkin menangis. Jadi, beberapa cerita memang tidak harus diceritain
I wish I knew
If you weren't happy
With this shitty life
I wish I was there
To keep you warm
As you were shivered
I wish I could read your sky
So I would light it up with stars
I wish I hugged you tight
When you felt that pain
I wish i knew
If it was your last day
So I could give you my one lung
So we would still breathing the same love now
I wish god told you
That it was okay
But it wasn't okay to see you gone
I don't know
I just don't know
I couldn't cry anymore
Cause the pain of losing someone you love
It's a tragedy
I just couldn't tell
It's just hard
I miss you
From your grave I whisper
I love you
But it's no use now
I wish I was dead too
It's just unfair
It's just so hard
When I told you "don't die"
That's an irony
I just can't feel anything now
I just can't
But you were the best guy I met
I wanna thank you for everything
You know I love you
and I am still
There wouldn't be no one like you
Wish you are in better place now
Wish it's gonna be good
But I don't know
I don't know, Bang Re
Nighty. Sleep tight.
You would be the one to rescue me
And if you were drowned at sea
I would give you my lungs so you could breathe
I've got you brother
I've got you brother
And if we hit on troubled water
I'll be the one to keep you warm and safe
And we'll be carrying each other
Until we say goodbye on our dying day
- Brother, Kodaline
Aku berjanji tidak akan menangis menulis ini. Jadi, kamu harus berjanji tidak akan menangis membaca ini. Aku memanggilnya Bang Re. Bang Re memanggilku Deph, T-Rex, kadang Piglet, kadang The Weirdo, apa pun itu.
![]() |
| bang re's poetry on my wall |
Hingga kita bertemu lagi di Desember 2015, saat aku sudah hampir lulus kuliah. Ah, kami bertemu pada satu unggahan foto kebakaran kampus yang Bang Re Unggah dengan puisi-puisi kelam. Tentu saja, aku yang di kampus 'ceritanya' di kenal sebagai anak puitis, langsung mengambil kesampatan itu.
Sejak hari itu, kami mengobrol setiap hari. Kami bercanda, mengkritik, mengeluh, tertawa, menangis, menulis kata-kata dan rasa-rasa. Diam-diam pun kami menjadi sebuah konspirasi indah bersama Icha (bolehlah dibilang sahabat)
![]() |
| our love letter on his birthday |
Aku suka Bang Re. Bang Re hampir suka aku. Lalu Icha datang mengacaukan semuanya. Icha suka Bang Re. Bang Re juga suka Icha. Karena Icha dan aku bersahabat bagai koin, akhirnya, Bang Re menjadi pacar kita berdua (Whatever the story goes on...) Atau, tidak keduanya dari kita dipilih atau memilih. Karena orang-orang seperti Bang Re.........
fuck I just couldn't fit the words to explain how beautiful it was, the things that we had.
Bersama Bang Re, aku merasa seperti memiliki seorang sahabat, teman menulis, kakak laki-laki, seperti memiliki penggemar, pendengar, sandaran hidup, pembaca favorit, dia juga adalah penulis kesayanganku, gitaris terhebat, pemikir, penyayang, juga orang dengan selera humor rendah, baik sekali, baik dan ganteng....
Again, I try so hard to type this words...
![]() |
| the plant at his house |
Bang Re, sangat baik. Aku tidak pernah menyangka ada laki-laki sebaik itu. Terlebih lagi, laki-laki yang baik padaku dengan semua gelap dan menyedihkannya hidup ini. Tampan dan baik. Sekali lagi, terlalu sempurna...
Jika aku harus menulis semuanya, aku mungkin menangis. Jadi, beberapa cerita memang tidak harus diceritain
![]() |
| he was here |
I wish I knew
If you weren't happy
With this shitty life
I wish I was there
To keep you warm
As you were shivered
I wish I could read your sky
So I would light it up with stars
I wish I hugged you tight
When you felt that pain
I wish i knew
If it was your last day
So I could give you my one lung
So we would still breathing the same love now
I wish god told you
That it was okay
But it wasn't okay to see you gone
I don't know
I just don't know
I couldn't cry anymore
Cause the pain of losing someone you love
It's a tragedy
I just couldn't tell
It's just hard
I miss you
From your grave I whisper
I love you
But it's no use now
I wish I was dead too
It's just unfair
It's just so hard
When I told you "don't die"
That's an irony
I just can't feel anything now
I just can't
But you were the best guy I met
I wanna thank you for everything
You know I love you
and I am still
There wouldn't be no one like you
Wish you are in better place now
Wish it's gonna be good
But I don't know
I don't know, Bang Re
Nighty. Sleep tight.






nighty night, pooh.
ReplyDeletenighty night, weirdo..