"I'm Proud To Be Me" #rebelwithacause (Kampus Fiksi)
"I'm Proud To Be Me" #rebelwithacause adalah kumpulan cerpen dari Kampus Fiksi lini penerbit de_Teens, Diva press. Novel ini terdiri dari 27 cerpen dari 27 penulis yang berusia di bawah 21 tahun.
Novel ini bercerita tentang kehidupan anak remaja yang berbeda dan bagaimana mereka berjuang untuk tetap menjadi diri sendiri. Novel ini adalah karya keduaku yang membuatku merasa ganteng. Cerpenku berjudul "Aku Kudet" bercerita tentang seorang gadis remaja dengan kehidupannya yang 'dibatasi' oleh sang Papa tercinta.
"Aku tebak waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, dan aku masih terjebak di kampus bersama teman-temanku yang absurd, mereka menceritakan banyak hal yang aku lewati seperti...."
Sesungguhnya aku jatuh cinta pada novel ini. Aku suka cover-nya, design-nya, dan harum kertasnya membuatku 'fangirling' pada diri sendiri. (Forgive my self-esteem) Tapi, saat aku membaca lagi cerpenku sendiri lagi dan lagi, aku tertawa sendiri dan berpikir, "Ah, what I thought when I wrote that?" Ya, karena temanya adalah remaja dan saat aku menulisnya aku juga masih 'cukup remaja.' Jadi, tulisanku sangat remaja dengan permasalahan remaja yang cute, wild, and young.
Proses penulisan cerpen ini juga bisa aku bilang 'tidak masuk akal.' Insane. Aku mengirimkannya ke penerbit beberapa hari sebelum deadline. Tapi, aku tidak menerima email balasan dan di dalam website penerbit aku sama sekali tidak menemukan info tetang lomba ini. Di twitter, mereka tidak membalas tweet-ku hingga aku berpikir bahwa cerpenku tidak masuk dalam perhitungan mereka.
Beberapa waktu aku melupakannya. Sungguh. Tapi, pada suatu hari minggu ada Pak Pos yang mengetuk rumahku dan memanggil namaku. Aku yang saat itu baru bangun tidur berlari cepat dan mendapatkan bingkisan itu dengan stiker dari Diva Press. Aku hampir berteriak dan saat aku membuka bungkusannya, kamu tahu aku menangis.
Thanks God
Sincerely, Terdevan
Novel ini bercerita tentang kehidupan anak remaja yang berbeda dan bagaimana mereka berjuang untuk tetap menjadi diri sendiri. Novel ini adalah karya keduaku yang membuatku merasa ganteng. Cerpenku berjudul "Aku Kudet" bercerita tentang seorang gadis remaja dengan kehidupannya yang 'dibatasi' oleh sang Papa tercinta.
"Aku tebak waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, dan aku masih terjebak di kampus bersama teman-temanku yang absurd, mereka menceritakan banyak hal yang aku lewati seperti...."
Sesungguhnya aku jatuh cinta pada novel ini. Aku suka cover-nya, design-nya, dan harum kertasnya membuatku 'fangirling' pada diri sendiri. (Forgive my self-esteem) Tapi, saat aku membaca lagi cerpenku sendiri lagi dan lagi, aku tertawa sendiri dan berpikir, "Ah, what I thought when I wrote that?" Ya, karena temanya adalah remaja dan saat aku menulisnya aku juga masih 'cukup remaja.' Jadi, tulisanku sangat remaja dengan permasalahan remaja yang cute, wild, and young.
Proses penulisan cerpen ini juga bisa aku bilang 'tidak masuk akal.' Insane. Aku mengirimkannya ke penerbit beberapa hari sebelum deadline. Tapi, aku tidak menerima email balasan dan di dalam website penerbit aku sama sekali tidak menemukan info tetang lomba ini. Di twitter, mereka tidak membalas tweet-ku hingga aku berpikir bahwa cerpenku tidak masuk dalam perhitungan mereka.
Beberapa waktu aku melupakannya. Sungguh. Tapi, pada suatu hari minggu ada Pak Pos yang mengetuk rumahku dan memanggil namaku. Aku yang saat itu baru bangun tidur berlari cepat dan mendapatkan bingkisan itu dengan stiker dari Diva Press. Aku hampir berteriak dan saat aku membuka bungkusannya, kamu tahu aku menangis.
Thanks God
Sincerely, Terdevan




good job!
ReplyDelete